welcome to my blog...keep love, respect and unity...

Welcome

Delete this widget from your Dashboard and add your own words. This is just an example!

Jumat, 25 Mei 2012

KETENAGAKERJAAN
 
            Tenaga kerja diPT JA WATTIE Perkebunan Biting dibagi menjadi tiga golongan yaitu:
1.       Tenaga managemen yang terbagi menjadi :
a.Pimpinan
b.Kepal Afdeling
c.Kepala Kantor
d.Kepala Pabrik
  2. Tenaga bulanan yang terbagi menjadi :
a. Mandor
b. Pengemudi
  3. Tenaga harian lepas dan tetap, terdiri dari :
a. Penyadap
b. Juru tulis
c. Pemeliharaan kebun
d.Pabrik dan teknik

Kesejahteraan Karyawan
Perkebunan telah menyediakan fasilitas-fasilitas untuk menunjang kesejahteraan. Fasilitas yang tersedia antara lain perumahan dinas untuk karyawan tetap, bulanan dan staf. Jika karyawan memerlukan pengobatan, biaya ditanggung oleh perusahaan dan pada koerasi disediakan sembako bagi karyawan dan sistem pembayaran dengan potongan gaji.

Keadaan Fisik
a.Lokasi Perkebunan
PT. Perkebunan Biting terletak di Desa Kedung Boto, Kecamatan Limbanagan, Kabupaten Kendal, Propinsi Jawa Tengah.

b. Keadaan Geografis
Keadaan tanah di PT. Perkebunan Biting antara 400-700 mdpl. Curah hujan rata-rata 3000-4000 mm tiap tahun, sedangkan suhu rata-rata 27o C.Topografi lahan Perkebunan Biting adalah bergelombang dan jenis tanahnya larosol.

Quality Control PT J.A.Wattie



Kondisi bahan baku industri karet baik kuantitas, kualitas maupun kontinuitas pasokan dipengaruhi oleh sumber bahan baku itu sendiri. Pada perkebunan besar hal ini tidak begitu menjadi masalah. Bahan baku yang berasal dari perkebunan karet rakyat yang biasanya sangat bervariasi kualitasnya.
  1. Bobot atau isi lateks : Penyadap menuangkan lateks dari ember-ember pengumpul ke dalam ember-ember takaran melalui sebuah saringan kasar dengan ukuran lubang 2 mm, maksudnya untuk menahan lump yang terjadi karena prakoagulasi.
  2. Kadar Karet Kering (KKK) : Penentuan kadar karet kering (KKK) sangat penting dalam usaha mencegah terjadinya kecurangan para penyadap.
Lateks sebagai bahan baku berbagai hasil karet, harus memiliki kualitas yang baik. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas lateks, sebagai berikut.
  1. Faktor dari kebun (jenis klon, sistem sadap, kebersihan pohon, dan lain-lain).
  2. Iklim (musim hujan mendorong terjadinya prakoagulasi, musim kemarau keadaan lateks tidak stabil).
  3. Alat-alat yang digunakan dalam pengumpulan dan pengangkutan (yang baik terbuat dari aluminium atau baja tahan karat).
  4. Pengangkutan (goncangan, keadaan tangki, jarak, jangka waktu).
  5. Kualitas air dalam pengolahan.
  6. Bahan-bahan kimia yang digunakan.
  7. Komposisi lateks.
Untuk mengetahui susunan bahan-bahan yang terkandung dalam lateks dapat dilihat pada tabel Dari bahan-bahan yang terkandung dalam lateks segar masih terdapat fraksi kuning latoid (2-10 ppm), enzim peroksidase dan tyrozinase. Fraksi kuning dianggap normal bila mencapai 0,1-1,0 mg tiap 100 gram lateks kering.
Kandungan Bahan-Bahan dalam Lateks Segar dan Lateks yang Dikeringkan
Bahan
Lateks Segar (%)
Lateks yang Dikeringkan (%)
Kandungan karet
35,62
88,28
Resin
1,65
4,10
Protein
2,03
5,04
Abu
0,70
0,84
Zat gula
0,34
0,84
Air
59,62
1,00